This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Klasemen Menganalisis Laporan

Laporan ialah karangan yang berisikan paparan insiden atau acara yang telah dilakukan. Laporan sanggup berupa laporan perjalanan, laporan acara atau laporan pengamatan. Laporan perjalanan yaitu laporan yang dibentuk berkenaan dengan perjalanan suatu kegiatan. Dalam isinya laporan jenis ini akan mengungkapkan hal-hal yang terjadi selama perjalanan yang dilakukan dari satu titik ke titik tujuan yang lain.


Laporan acara yaitu laporan yang dibentuk berkenaan dengan acara yang dilaksanakan. Isi laporan  ini  mengungkapkan hal-hal yang berafiliasi dengan suatu acara dari mulai persiapan, pelaksanaan, dan selesai dari acara atau hasil yang dicapai dalam acara tersebut. Laporan pengamatan yaitu laporan yang mengungkapkan hasil dari pengamatan atau observasi terhadap sesuatu hal.

Laporan ditulis sebagai pertanggungjawaban sesudah melaksanakan acara ilmiah atau resmi. Laporan sanggup disampaikan dalam bentuk tulis maupun secara verbal (dibacakan). Menganalisis laporan ialah suatu kajian atau penelitian terhadap suatu laporan. Penelitian atau kajian dalam hal ini mencakup kegiatan:
1.      Memahami isi laporan secara bentuk, isi, maupun kebahasaan.
2.      Mengurangi secara detail/rinci isi laporan.

3.   Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan menurut suatu teori atau defi nisi  (referensial).

Klasemen Berwawancara Dengan Narasumber

Wawancara ialah percakapan antara dua pihak dengan maksud untuk mencari informasi ihwal sesuatu dengan maksud tertentu. Tujuan wawancara dengan narasumber ialah memperoleh informasi atau data. Adapun yang dimaksud dengan narasumber ialah orang/ahli yang akan dimintai keterangan atau informasi. Biasanya narasumber yang diwawancarai ialah orang yang berprestasi atau orang yang memunyai keahlian/ keistimewaan tertentu.

Agar wawancara berjalan lancar, perhatikan hal-hal berikut ini.
1.      Menetapkan Tujuan Wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, perlu ditetapkan tujuan wawancara. Penetapan tujuan ini dilakukan
agar pertanyaan yang kalian olok-olokan kepada narasumber sanggup terarah pada informasi yang kita butuhkan
sehingga wawancara akan berhasil.
2.      Menyiapkan Daftar Pertanyaan
Berikut ialah petunjuk penyusunan daftar pertanyaan dalam wawancara.
a. Pertanyaan disusun menurut tujuan wawancara.
b. Upayakan satu pertanyaan untuk menggali satu informasi.
c. Kalimat tanya disusun dengan singkat dan jelas.
d. Daftar pertanyaan dibicarakan dulu dengan orang yang lebih mengerti.
3.      Melakukan Wawancara
Proses melaksanakan wawancara dilakukan dengan beberapa tahapan. Meskipun tahapan itu bukan merupakan tahapan baku, paling tidak tahapan-tahapan itu sanggup menjadi pemandu kalian dalam berwawancara biar sanggup berhasil.
a. Pendahuluan
Pewawancara menciptakan kesepakatan dulu dengan narasumber, kapan dan di mana narasumber bersedia diwawancarai. Jangan lupa sampaikan tujuan wawancara kepada narasumber.
b. Pembukaan
Awalilah dengan pembicaraan ringan, menyerupai menanyakan kabar dan kondisi narasumber serta tunjukkan perilaku yang ramah dan bersahabat.
c. Tahap inti
Ajukan pertanyaan secara urut, singkat, dan jelas. Lakukan perekaman selain pencatatan. Hindarilah pertanyaan yang memojokkan atau menginterogasi.
d. Penutup
Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaan narasumber diwawancarai.
4.      Melaporkan Hasil Wawancara
Hasil wawancara dituliskan sebagai bentuk laporan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan hasil wawancara ialah sebagai berikut.
a. Perhatikan kaidah penulisan laporan.
b. Jangan mencampuri hasil wawancara dengan pendapat sendiri.
c. Pilihlah data yang relevan dengan permasalahan.
d. Jaga nama baik narasumber.

Perhatikan pola wawancara berikut!

Seorang dokter seorang mahir kulit di Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Tangerang, alhasil berhasil kami temui. Beliau sudah siap kami wawancarai. Beliau menyambut kami dengan senyuman yang ramah dan pribadi mengajak kami berkenalan. Setelah memperkenalkan diri, kami dipersilakan duduk. Saat kami tanyakan, ia menyampaikan sudah 15 tahun menjadi dokter kulit. Berikut ini kutipan hasil wawancara kami dengan beliau.
Apakah penyakit Scabies itu?
Scabies ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu sarkoptes scabiei. Kutu ini biasa menciptakan terowongan di serpihan badan yang lunak dan bertelur di sana. Kutu tersebut juga mengeluarkan air liur. Air liur ini sanggup menjadikan kulit kita gatal.
Di serpihan badan mana saja kutu ini menciptakan terowongan?
Di sela-sela jari, lipatan paha, lipatan tangan, pergelangan tangan, ketiak, pergelangan kaki, dan bagianbagian badan yang lunak lainnya.
Apakah penyakit ini menular?
Ya
Bagaimana cara penularannya?
Penularannya melalui kontak kulit langsung, contohnya bersalaman, bergandengan, dan bermain bersama orang yang menderita penyakit tersebut Penyakit ini juga sanggup diderita oleh binatang, sehingga hewan tersebut sanggup menulari kita.

Sabtu, 02 April 2011

Klasemen Tips Supaya Terampil Dalam Bercerita

Keterampilan atau kepiawaian dalam bercerita dapat dipakai sebagai bekal untuk menjadi seorang presenter. Kalau kau amati para presenter di televisi atau yang kitadengarkan di radio, mereka yaitu orang-orang yang terampil bercerita. Keterampilan bercerita sanggup ditingkatkan dengan berlatih sesering mungkin. Untuk mengasah keterampilan tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
(1) penguasaan dan penghayatan isi cerita,
(2) daerah dan posisi saat bercerita,
(3) vokal, yang meliputi intonasi serta warna bunyi saat bercerita,
(4) verbal saat bercerita.
Penguasaan dan penghayatan dongeng ini meliputi antara lain jalan cerita, sifat-sifat tokoh, pokok persoalan, dan pesan yang ada dalam cerita. Tempat dan posisi yang lezat sanggup menciptakan kau leluasa bergerak dan berekspresi. Dengan vokal atau bunyi yang bervariasi,intonasinya yang tidak monoton pendengar atau penonton sanggup terbantu untuk menggambarkan dan mengimajinasikan abjad tokoh yang mendukung dongeng itu dan insiden yang terjadi dalam dongeng itu dibenaknya. Selain itu, verbal abjad tokoh yang diwujudkan dalam bunyi dan gerak secara baik akan menciptakan dongeng yang kau bawakan sangat menarik. Bercerita dengan hafal atau setengah hafal dongeng yang kau bawakan juga sanggup membantu kelancaranmu dan penghayatanmu tidak terganggu. Dengan demikian, penampilanmu sanggup maksimal.

Selasa, 08 Maret 2011

Klasemen Istilah-Istilah Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Istilah dalam Bahasa Indonesia, cobalah Anda baca di bawah :

akronim            :    kependekan yang merupakan campuran abjad atau suku kata atau bagian lain yang ditulis atau dilafalkan sebagai kata yang wajar (misal mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, sidak inspeksi mendadak)
aliterasi               : sajak awal (untuk mendapat imbas kesedapan bunyi), pengulangan suara konsonan dari kata-kata yang berurutan.
antonim               :    kata yang berlawanan makna dengan kata lain
asisten                 :    orang yang membantu seseorang dalam melaksanakan tugas profesional   (dalam suatu pekerjaan).
Asonansi             :    perulangan suara vokal dalam deretan kata; purwakanti.
bantaran              :    jalur tanah pada kanan kiri sungai; antara sungai dan tanggul
bende                  :    canang
biografi                :    riwayat hidup; buku yang menguraikan riwayat hidup seorang tokoh
cagar alam          : kawasan kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan hewan ( flora dan fauna) yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undangundang dari ancaman kepunahan; suaka alam
dedikasi              :    pengoraban tenaga dan waktu untuk berhasilnya suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian
denotasi              :    hubungan semantik antara satuan bahasa dan benda yang diterapi oleh satuan bahasa itu.
Desentralisasi    :    tata pemerintahan yang lebih banyak menawarkan kekuasaan kepada pemerintah daerah; penyerahan sebagian wewenang pimpinan kepada bawahan
Deskripsi            :    pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelasdan terinci; uraian
dongeng              :    cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama perihal kejadianzaman dahulu yang aneh-aneh)
efektif                 :    ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya; manjur ataumujarab (tentang obat); sanggup membawa hasil, berhasil guna (tentang perjuangan atau tindakan); mulai berlaku
efisien                 :    tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); mampu menjalankan kiprah dengan baik dan sempurna (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya)
fabel                    :    cerita yang menggambarkan tabiat dan kebijaksanaan insan yang pelakunya diperankan oleh binatang
Farmasi               :    cara dan teknologi pembuatan obat serta cara penyimpanan, penyediaan, dan penyalurannya
frasa                    :    gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa lantaran murpakan konstruksi nonpredikatif)
glamor                 :    serba gemerlapan
grafitasi               :    kekuatan (daya tarik) bumi
horizontal            :    terletak pada garis atau bidang yang tegak lurus terhadap vertikal
imaji                    :    sesuatu yang dibayangkan dalam pikiran; bayangan
imajinasi              :    daya pikir untuk membayangkan ( dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan, karangan); khayalan
instansi                :    badan pemerintahan umum (seperti jawatan, kantor)
intensif                :    secara sungguh-sungguh (giat dan secara mendalam) untuk memperoleh imbas yang maksimal, terutama untuk memperoleh hasil yang diinginkan dalam waktu yang lebih singkat
intonasi               :    lagu kalimat; ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dari seorang penyanyi)
jeda                     :    waktu berhenti sebentar; waktu istirahat; hentian sebentar dalam ujaran
klinik                   :    rumah sakit atau forum kesehatan tempat orang berobat; balai pengobatan khusus; oragnisasi kesehatan yang bergerak di dalam penyediaan pelayanan kesehatan
kompetensi         :    kewenangan (kekuasaan ) untuk memutuskan sesuatu
konotasi              :    tautan pikiran yang mengakibatkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata
konteks               :    bagian suatu uraian atau kalimat yang sanggup mendukung atau menambah kejelasan makna; situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian
konversi              :    perubahan dari sistem pengetahuan ke sistem yang lain; perubahan pemilikan atas suatu benda, tanah dan sebagainya
kritis                    :    gawat, genting, perihal suatu keadaan, keadaan yang menentukan perihal berhasil atau gagalnya suatu usaha; bersifat tidak lekas sanggup percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan
latar                     :    permukaan; halaman; rata; datar; dasar warna; keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra
manuver              :   gerakan yang tangkas dan cepat dari pasukan (kapal dsb) dalam perang;
metabolisme       :    pertukaran zat pada organisme yang mencakup proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam tubuh yang memungkinkan berlangsungnya; proses perputaran, gerak berputar;
mimik                  :    peniruan dengan gerak-gerik anggota tubuh dan raut muka
moderator           :    orang yang bertindak sebagai penengah (hakim, wasit, dsb); pemimpin sidang (rapat, diskusi) yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah; alat pada mesin yang mengatur atau mengontrol pedoman materi bakar atau sumber tenaga
musisi                  :    musikus; orang yang mencipta, memimpin atau menampilkan musik, pencipta atau pemain musik
narasi                  :    penceritaan suatu dongeng atau kejadian; dongeng atau deskripsi dari suatu insiden atau peristiwa; kisahan
narasumber         :    orang yang memberi (mengetahui secara terperinci atau menjadi sumber) informasi; informan
otoritas                :    hak untuk bertindak; kekuasaan; wewenang; kekuasaan yang sah yang diberikan kepada forum masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya; hak melaksanakan tindakan atau hak menciptakan peraturan untuk memerintah orang lain
polisemi               :    bentuk bahasa (kata, frasa, dsb) yang memiliki makna lebih dari satu
proporsional        :    sebanding, seimbang, berimbang,
realitas                :    kenyataan
refleksi                :    gerakan, pantulan di luar kemauan(kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang tiba dari luar
regresi                 :    penyusutan luas (air) maritim yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu;
relevan                :    kait-mengait; bersangkut-paut
relevansi             :    hubungan; kaitan